Phone / Whatsapp

0857 4065 2657 (Mashudy)

0821 1460 7782 (Faoji)

0823 1173 8960 (Fajar)

Phone Office

+62-21 29563045







5 Faktor Penyebab Timbulnya Masalah dalam Menggunakan Microhardness Tester

Hardness tester yang digunakan untuk Uji kekerasan mico (Microhardness Testing) memiliki beberapa resiko seperti tingkat akurasi yang kurang, pengukuran yang tidak sesuai dan juga terlalu banyak pengulangan. Namun, semua kesalahan tersebut dapat dihindarkan dengan menggunakan hardness tester atau alat uji kekerasan yang terawat dengan baik, operator yang terlatih, serta lingkungan pengujian yang mendukung.

Pengujian micro atau Vickers dan juga knoop masih sering digunakan di berbagai laboratorium, mulai dari laboratorium untuk penelitian material, hingga laborataorium untuk penentuan standart kualitas (quality control).

Metode uji kekerasan ini sangat membantu untuk menentukan nilai “kekerasan lapisan dangkal” seperti kekerasan permukaan, kekerasan pada lapisan dan juga kedalaman permukaan. Pengujian ini biasanya dilakukan untuk menguji material yang memiliki ukuran kecil dan tipis.

Sebenarnya pengujian Vickers sangat akurat untuk menguji kekuatan materia. Sayangnya, banyak orang yang beranggapan kalau uji kekerasan micro atau Vickers ini sangat memakan waktu, terlalu sulit dan sangat subyektif. Namun, dengan perkembangan teknologi “microhardness tester” saat ini semua keluhan tersebut bisa teratasi.

Alat microhardness tester dapat menguji berbagai material halus. Gaya tekan yang diberikan sangat ringan (mulai dari 10-1.000 g.) sehingga harus diaplikasikan dengan tepat dan akurat. Selain itu, tingkat impressi yang dihasilkan (biasanya berukuran 10 mikron) harus diukur dengan tepat dengan pembesaran yang cukup tinggi. Biasanya beberapa masalah sering timbul karena persyaratan dalam pengujian ini sangat ketat.

 

 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, masalah pada pengujian Vickers atau microhardness ini terbagi menjadi tiga yaitu akurasi, korelasi pengukuran dan pengulangan. Ketiga masalah tersebut disebabkan oleh 5 faktor yaitu mesin uji kekerasan (hardness tester), operator, lingkungan, persiapan pengujian material dan juga kalibrasi.

Akurasi

Kemampuan alat atau instrument membaca secara linier sesuai dengan standart kekerasan yang ditetapkan (certified test blocks) dan mampu mentransfer tingkat keakuratan ini pada material yang diuji.

Pengulangan

Mampu menduplikasi hasil yang sudah sesuai standart kekerasan untuk material uji lainnya.

Korelasi

Mencapai hasil yang sama dengan mencocokan melalui dua operator yang menguji dengan mesin yang sama. Jika ada perbedaan berarti ada kesalahan di dalam pengujiannya.

Faktor Utama Penyebab Kesalahan dalam Uji Kekerasan Micro

Supaya kita lebih memahami masalah yang terjadi, sebaiknya kita menghubungkan dengan penyebab utamanya. Berikut ini penjelasannya :

Mesin Pengujian

Microhardness Tester menggunakan beban mati untuk menciptakan tekanan atau gaya sehingga dapat menimbulkan kesalahan ketika melakukan pembesaran. Tidak seperti Rockwell hardness tester yang menggunakan beban (10-2000 gf) dengan menumpuk beban mati langsung di atas indentor sehingga dapat meminimalisir kesalahan ketika pembesaran.

Operator

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah ketika dua operator melakukan pengukuran material yang sama dalam satu tempat, material yang diuji pun sama tapi hasil pengukurannya berbeda. Maka dari itu, butuh kesapakatan setiap operator dalam menentukan hasil akhir pengukuran nilai kekerasan material.

Lingkungan

Kondisi lingkungan yang kurang memadai atau tidak mendukung dapat mempengaruhi hasil pengujian. Beberapa kondisi lingkungan yang berpengaruh yaitu cahaya terlalu berlebih, getaran yang terlalu kuat serta terlalu banyak kotoran atau partikel halus disekitar lokasi pengujian.

Material yang Diuji

Biasanya, material dipotong dan dipasang bakelite terlebih dahulu sebelum diuji. Setelah material dipotong, selanjutnya akan dipoles agar lebih halus dan bebas goresan. Dengan begitu operator bisa mengamati setiap permukaan dengan jelas.

Namun, di dalam laboratorium produksi biasanya ada banyak tuntutan produksi sehingga cukup menghabiskan waktu. Efeknya, material yang akan diuji harus dipoles atau dihaluskan dengan cepat sehingga masih kurang sempurna dan terkadang masih sedikit bergelombang.

Kalibrasi

Kesalahan dalam melakukan kalibrasi microhardness atau vicker hardness tester dapat menimbulkan perbedaan pada hasil pengukuran. Maka dari itu, dalam melakukan kalibrasi harus diamati dengan baik agar tidak terjadi perbedaan ketika melakukan pengukuran.

Testing Indonesia sebagai penyedia berbagai alat uji dan pengukuran menjual microhardness tester berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau. Informasi pemesanan silakan hubungi kami di nomor Telepon: (021) 29563045Whatsapp: 0857-4065-2657Email: sales@testingindonesia.com

 

sumber: hardnesstesters.com




Produk Terkait dengan artikel 5 Faktor Penyebab Timbulnya Masalah dalam Menggunakan Microhardness Tester

Shore Hardness Test Stand NOVOTEST
Shore Hardness Test Stand NOVOTEST
Shore Durometer NOVOTEST TS-A
Shore Durometer NOVOTEST TS-A
Digital Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV-D
Digital Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV-D
Analog Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV
Analog Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV