Konsep Dasar dalam Pengujian Ultrasonic Testing

Pada dasarnya gelombang ultrasonic memiliki frekuensi yang lebih besar dari 20 kHz. Galombang ultrasonic ini berasal dari probe yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Ketika gelombang ini merambat melalui berbagai specimen maka gelombang ultrasonic akan dipengaruhi oleh sifat dasar dari material yang dilaluinya seperti homogenitas, massa, kekerasan dan lainnya.

 

Ultrasonic Testing

 

Maka dari itu, gelombang ini juga bisa digunakna untuk mengetahui tingkat ketebalan, kekerasan, jenis bahan material dan juga mendeteksi adanya cacat pada material yang diuji. Pengujian cacat pada material menggunakan gelombang ini disebut ultrasonic testing.

Secara garis besar, gelombang ultrasonic dipantulkan kemudian dibiaskan diatas permukaan batas antara dua material yang memiliki bahan dasar yang berbeda. Nantinya, sifat dari pantulan dianalisa untuk menentukan lokasi dan ukuran cacat pada material.

Prinsip Dasar Ultrasonic Testing

Berdasarkan Mode Rambatan

Melalui rambatannya, gelombang ultrasonic dapat menjalar dalam berbagai jenis mode yaitu mode longitudinal, moda transversal, moda plat dan mode permukaan. Ketika terjadi perubahan mode disebabkan adanya pembiasan sehingga kecepatan rambatan dan Panjang gelombangnya menjadi berubah. Dari pantulan inilah akan terdeteksi adanya cacat pada material yang diuji.

Berdasarkan Pantulan atau Gema

Untuk metode pantulan, probe akan mengeluarkan dan menerima getaran secara bergantian. Nantinya, letak cacat pada material akan terlihat pada layar osiloskop berdasarkan posisi gema. Sedangkan besarnya cacat pada material dilihat dari tingginya penyimpangan gema yang diterima.

Probe (Transducer) pada Ultrasonic Testing

Transducer atau probe yang dipakai dalam pengujian NDT (Non Destructive Test) menggunakan gelombang ultrasonic ini berisi satu kristal yang disebut probe tunggal. Namun, bisa juga menggunakan probe yang berisi dua kristal identic (probe kembar). Berarti dalam pengujian ultrasonic testing menggunakan 4 probe yang terdiri dari probe normal (tunggal dan kembar) dan probe sudut (tunggal dan kembar).

Sekarang ini sudah tersedia berbagai alat untuk mengujia cacat pada material menggunakan gelombang ultrasonic, salah satunya adalah ultrasonic flaw detector. Alat ini mampu menganalisa cacat dengan cara menempelkan probe pada bagian material yang akan diuji.

Testingindonesia sebagai perusahaan yang bergerak dibidang penyedia alat pengujian dan pengukuran menjual alat-alat ultrasonic testing dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau. Informasi pemesanan silakan hubungi kami di nomor Telepon: (021) 29563045, Whatsapp: 085740652657, Email: sales@testingindonesia.com




Produk Terkait dengan artikel Konsep Dasar dalam Pengujian Ultrasonic Testing

Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD-1
Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD-1
Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD2301-MINI
Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD2301-MINI
TUD310 Ultrasonic Flaw Detector
TUD310 Ultrasonic Flaw Detector
Rp. 97.021.403
TUD500 Ultrasonic Flaw Detector
TUD500 Ultrasonic Flaw Detector
Rp. 126.007.010