Penggunaan Piezometer untuk Pengujian Tekanan Air pada Lubang Tiang Pancang

Sebelum membangun suatu konstruksi yang tinggi seperti gedung, apartement dan hotel maka harus dibuat pondasi dalam terlebih dahulu. Penggunaan pondasi ini berupa tiang pancang dan borepile. Pondasi tiang pancang digunakan untuk menerima dan menahan beban struktur atas bangunan. Material utama tiang pancang terbuat dari baja dan beton. Pemasangan tiang pancang harus dipukul dengan hammer khusus sehingga pilar beton akan masuk ketanah dengan kedalaman yang sudah di tentukan.

Sedangkan pondasi Bore Pile memiliki fungsi yang hampir sama dengan tiang pancang. Perbedaannya terletak pada cara pemasangannya saja, jika tiang pancang harus di pukul dengan hammer sedangkan pada pemasangan bore pile tanah harus di bor terlebih dahulu dengan kedalaman yang telah ditentukan, kemudian pada lubang tersebut dimasukan tulangan silinder yang telah dibuat dan dilakukan pengecoran hingga permukaan tanah.

Selain itu, dalam pembuatan pondasi harus memperhatikan wilayah sekitar. Jika disekitar lokasi pembangunan terdapat banyak bangunan, maka sebaiknya menggunakan pondasi bore pile karena tidak menimbulkan getaran dan tidak menggangu aktifitas bangunan yang ada disekitarnya.

Namun, jika disekitar konstruksi hanya tanah kosong dan tidak ada bangunan sama sekali maka wajib menggunakan tiang pancang sebagai pondasinya. Walaupun pemasangan tiang pancang menimbulkan getaran dan suara bising yang dihasilkan dari pukulan hammer tersebut tapi tidak ada aktifitas bangunan ataupun warga yang terganggu karena konstruksi dilakukan di tanah yang kosong.

Sebelum pemasangan pondasi, ada pengujian yang harus dilakukan terlebih dahulu dengan menggunakan alat yang disebut piezometer. Pengujian Piezometer bertujuan untuk melihat kondisi pada tanah. Sebelum pengujian piezometer dilakukan, harus membuat lubang dahulu dengan cara dibor kemudian masukan sensor piezometer ke dalam lubang secara berkala.

Piezometer merupakan alat pressure tanah yang berfungsi untuk mengukur tekanan yang dihasilkan tinggi muka air tanah dan dapat untuk mengukur suhu pada tekanan fluida yang ada didalam tanah. Piezometer mempunyai beberapa instrument yang terdiri dari water level meter, piezometer, pipa dan bentonite.

Cara Pemasangan Piezometer

Sebelum menjatuhkan piezometer kedalam lubang, pasang pipa paralon untuk menjadi pelindung agar dinding lubang tidak tuntuh. Kemudian piezometer langsung dijatuhkan ke dalam lubang tersebut, kemudian lubang harus dilapisi pasir halus beberapa sentimeter untuk menjadi penyaring alami karena biasanya air dan lumpur ikut tercampur menjadi satu. Maka dari itu dibutuhkan pasir dan batu yang berfungsi sebagai filter.

Setelah dilakukan pemasangan maka pipa diberi bentonite untuk menutup lubang tersebut hingga elvasi permukaan tanah. Catat kedalaman piezometer yang ditunjukan pada water level meter dan alat penunjuk yang berbentuk kota akan bekerja merekam dari pengujian tersebut.

Testing Indonesia menjual berbagai macam alat atau instrument geoteknik seperti inclinometer, piezometer, tiltmeters dan lainnya. Info pemesanan silakan hubungi nomor telpon yang tertera di website ini atau bicara langsung dengan tim kami melalui fitur chating online yang ada di pojok kanan bawah website ini.




Produk Terkait dengan artikel Penggunaan Piezometer untuk Pengujian Tekanan Air pada Lubang Tiang Pancang

Standard Piezometers (VW)
Standard Piezometers (VW)
Heavy Duty Piezometer (VW)
Heavy Duty Piezometer (VW)
Multilevel Piezometer (VW)
Multilevel Piezometer (VW)
High Temperature Piezometer (VW)
High Temperature Piezometer (VW)