Phone / Whatsapp

0857 4065 2657 (Mashudy)

0821 1460 7782 (Faoji)

0823 1173 8960 (Fajar)

Phone Office

+62-21 29563045







Penjelasan Tentang Logam Ferro dan Logam Non Ferro

Logam Ferro adalah suatu logam yang terbuat dari campuran karbon dan besi. Unsur logam ferro juga dicampur seperti silisium, mangan, fosfor, belerang dengan kadar campuran yang rendah. Pada dasarnya, logam merupakan elemen kerak bumi (mineral) yang terbentuk secara alami, biasanya penggunaan logam dipakai untuk konstruksi bangunan, pipa pabrik dan masih banyak lagi.

Logam ferro sering disebut juga besi karbon karena bahan dasarnya yang merupakan karbon. Campuran karbon dalam logam ferro menjadikan logam menjadi keras sedangkan campuran seperti silisium, mangan, fosfor, belerang untuk menambah kepadatan dan tahan karat.

Logam Ferro

Secara garis besar besi teknik terbagi menjadi tiga macam :

  • Baja atau besi tempa yaitu kadar karbonnya kurang dari 1,7% dan dapat ditempa
  • Besi tuang yang kadar karbonnya antara 2,3 sampai 3,6 % dan tidak dapat ditempa.
  • Baja atau besi tempa yaitu kadar karbonnya kurang dari 1,7 % dan dapat ditempa.

Pembuatan besi dilakukan dengan mengolah biji besi didalam suhu yang tinggi dan menghasilkan besi kasar atau besi mentah. Besi mentah yang telah jadi masih belum bisa digunakan untuk pembuatan barang tetapi harus diolah kembali didalam dapur baja untuk dilakukan peleburan dan pencampuran dengan material lainnya.

Logam non Ferro adalah logam yang tidak mengandung unsur besi, logam non fero murni kebanyakan tidak digunakan tanpa menggunakan logam lain karena sifatnya yang belum memenuhi syarat. Logam non ferro seperti emas, perak dan platina tidak perlu dicampurkan karena sudah memiliki sifat yang sangat baik.

Logam non fero juga digunakan untuk campuran besi atau baja untuk memperbaiki sifat baja agar lebih kuat. Dari jenin logam non ferro yang sering digunakan untuk campuran baja ialah nikel, kromium, molebdenum dan masih banyak lagi.

Pengaruh karbon terhadap sifat logam :

  • Besi mengandung kadar C = 0%-0,5% mempunyai sifat yang mudah ditempa dan tidak dapat dikeraskan. Besi ini disebut besi tempa
  • Besi mengandung kadar C= 0,5%-1,7% mempunyai sifat dapat ditempa dan dapat disebuh. Biasanya besi ini disebut baja
  • Besi mengandung kadar C=2,5%-6,67% mempunyai sifat mudah dituang dan diberi nama besi tuang

Logam non ferro adalah suatu bahan yang tidak mengandung besi, yang dapat digolongkan menjadi :

logam berat : nikel, seng, tembaga, timah putih dan timah hitam

logam mulia/murni : emas, perak, platina

logam ringan : alumunium, barium, kalsium

logam refraktori/tahan api : Molibdenum , titanium, wolfram, zirkonium

logam radio aktif : radium dan uranium.

Dalam menentukan kualitas suatu logam biasanya dilakukan berbagai pengujian mulai dari uji kekerasan, uji tarik, uji tekan dan lainnya tergantung penggunaan logam pada proses industri. Biasanya, untuk uji tekan dan uji tarik menggunakan Universal testing Machine sedangkan untuk uji kekerasan menggunakan hardness tester.

Testing indonesia sebagai perusahaan penyedia alat uji dan alat ukur menjual hardness tester dengan kualitas terbaik. Informasi pemesanan dan konsultasi silakan hubungi Telepon: (021) 29563045Whatsapp: 0857 4065 2657Email: sales@testingindonesia.com




Produk Terkait dengan artikel Penjelasan Tentang Logam Ferro dan Logam Non Ferro

Shore Hardness Test Stand NOVOTEST
Shore Hardness Test Stand NOVOTEST
Shore Durometer NOVOTEST TS-A
Shore Durometer NOVOTEST TS-A
Digital Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV-D
Digital Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV-D
Analog Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV
Analog Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV