Phone / Whatsapp

0822 5870 6420 (Anto)

0821 1460 7782 (Faoji)

Phone Office

+62-21 29563045







8 Penyebab Terjadinya Vibrasi pada Turbin Uap

Secara pengertian turbin uap adalah peralatan mekanis yang dapat mengubah uap menjadi energi kinetic sehingga berfungsi sebagai penggerak poros turbin. Uap itu sendiri berasal dari boiler yang mengeluarkan “superheat” atau uap yang sangat panas.

Poros turbin yang digerakan yang dibantu roda gigi reduksi akan menghubungkan proses mekanisme sesuai dengan bidang industri seperti untuk pembangkit tenaga listrik dan juga industri transportasi. Uap yang memiliki tekanan tinggi akan dialirkan menuju turbin dan terus mengalir sepanjang porosnya hingga titik keluar turbin.

Bagian utama pada turbin uap terbagi menjadi dua macam yaitu rotor dan stator yang didukung dengan bagian lainnya seperti kopling, bearing, dan komponen lainnya.

 

 

Turbin uap sewaktu-waktu bisa mengeluarkan getaran atau vibrasi turbin yang menandakan adanya kerusakan pada salah satu komponennya. Berikut ini beberapa penyebab timbulnya vibrasi pada turbin uap :

Unbalance

Adanya pergeseran pada rotor dari titik pusat putarnya sehingga menimbulkan getaran yang cukup tinggi. Nilai amplitudo vibrasi yang dihasilkan sama besarnya dengan vibrasi putaran.

Resonansi

Setiap komponen mesin yang dipasang memiliki nilai natural frequency masing-masing yang besarnya tidak boleh sama dengan nilai frequency pada putaran mesin. Jika terjadi persamaan nilai maka dapat menimbulkan vibrasi yang tinggi atau yang disebut resonansi.

Misalignment

Ketika penyambungan poros tidak tepat atau tidak simetris maka dapat menghasilkan vibrasi. Secara umum, penyebab vibrasi akibat misalignment ini hampir mirip dengan gejala pada unbalance. Perbedaannya ada di bagian sudut fasanya yang bisa dianalisa menggunakan vibration meter. Beberapa komponen yang rentan misalignment speerti rantai, kopling, roda gigi dan lainnya.

Cacat Bearing

Vibrasi lainnya yaitu karena terjadinya kerusakan atau cacat bearing. Ada dua macam bearing yang berpotensi rusak yaitu sleeve bearing dan anti friction bearing. Jenis anti friction bearing yaitu roll bearing dan ball bearing. Sedangkan untuk jenis sleeve bearing adalah journal bearing.

Baut Penahan yang Longgar

Vibrasi juga bisa disebabkan karena adanya baut pada bagian penahan tidak kencang sehingga ketika turbin berputar mengeluarkan getaran.

Oil Whirl

Getaran ini terjadi karena adanya perubahan karakteristik pada pelumas mesin yang digunakan.

Rubbing (Gesekan)

Terjadinya gesekan pada komponen yang berputar sehingga menimbulkan getaran disebut rubbing. Hal ini disebabkan gesakan yang terjadi berlangsung secara terus menerus selama turbin berputar.

Water Hammering

Vibrasi ini terjadi akibat penymbatan uap pada saluran turbin atau tingginya tekanan pasokan uap sehingga menimbulkan getaran yang cukup tinggi.

Dengan menganalisa vibrasi pada turbin maka akan terdeteksi adanya kesalahan ataupun kerusakan pada komponen turbin. Dengan begitu bisa segera dilakukan perbaikan agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar lagi.

Proses Analisa vibrasi merupakan bagian dari prenventive maintenance dimana perawatan dilakukan sebelum mesin rusak parah sehingga biaya operasional mesin menjadi lebih hemat.

Testing Indonesia menjual berbagai macam alat pengujian dan pengukuran seperti vibration meter, ultrasonic flaw detector, steel analyzer, hardness tester dan lainnya dengan kualitas terbaik dan harga yang bersahabat. Informasi pemesanan silakan hubungi kami melalui nomor Telepon: (021) 29563045 & Email: sales@testingindonesia.com Atau bisa juga memanfaatkan layanan fitur chating online yang ada di pojok kanan website ini




Produk Terkait dengan artikel 8 Penyebab Terjadinya Vibrasi pada Turbin Uap

TV120 Vibration Tester
TV120 Vibration Tester
Vibration Pen TV260
Vibration Pen TV260
Vibration Meter | MK-21
Vibration Meter | MK-21
Vibration Meter | VIBCHECK
Vibration Meter | VIBCHECK