Phone / Whatsapp

0822 5870 6420 (Anto)

0821 1460 7782 (Faoji)

Phone Office

+62-21 29563045







Macam-macam Jenis Alat Ukur Getaran

Dalam pengambilan data suatu getaran, agar hasil data getaran tersebut memiliki arti, kita harus mengenal dengan baik terlebih dahulu alat yang akan kita gunakan. Berikut ini ada Macam-macam Jenis Alat Ukur Getaran yang biasa digunakan untuk mengukur getaran:

Vibration Meter

Vibration Meter cenderung berbentuk kecil dan ringan sehingga memudahkan untuk dibawa kemanapun. Alat Ukur Getaran yang satu ini menggunakan baterai dan dapat mengambil data getaran pada suatu mesin atau benda dengan cepat.

Vibration Meter terdiri dari sebuah probe, kabel dan meter untuk menampilkan nilai getaran. Alat ini juga dilengkapi dengan switch selector untuk memilih parameter getaran mana yang akan diukur.

Terdapat dua jenis Vibration Meter:

  • Mengukur dampak getaran mesin terhadap manusia (Human Vibration)
  • Mengukur berapa besar dampak mesin (Portable Vibration Meter)

Cara kerja Alat Ukur Getaran ini yaitu dengan menempelkan Vibration Sensor atau magnetic base nya ke benda atau mesin yang ingin diukur, lalu magnetic base akan mengirimkan data melalui kabel ke unit pembaca. Setelah itu Vibration Meter akan menunjukkan kuatnya getaran pada benda atau mesin yang diukur, sehingga bisa dilakukan tindakan konfigurasi atau yang sesuai dengan nilai batasnya.

Vibration Analyzer

Vibration Analyzer memiliki kemampuan untuk mengukur amplitudo dan frekuensi getaran yang akan dianalisa. Biasanya sebuah mesin memiliki lebih dari satu frekuensi getaran yang ditimbulkan, frekuensi getaran yang timbul tersebut akan sesuai dengan kerusakan yang terjadi pada mesin tersebut.

Alat Ukur Getaran ini dilengkapi dengan meter untuk membaca amplitudo getaran yang biasanya juga menyediakan beberapa pilihan skala. Alat ini juga memberikan informasi tentang data spektrum dari getaran yang terjadi, yaitu data amplitudo terhadap frekuensinya, data ini sangat berguna untuk melakukan analisa kerusakan suatu mesin.

Dalam penggunaan Vibration Analyzer ini membutuhkan seorang operator yang cukup paham mengenai analisa getaran.

Shock Pulse Meter

Shock Pulse Meter adalah alat khusu untuk melakukan monitoring kondisi antifriction bearing yang biasanya sulit terdeteksi dengan metode analisa getaran konvensional. Cara kerja dari alat ini yaitu mengukur gelombang kejut akibat terjadi gaya impact pada suatu benda, intensitas gelombang kejut itulah yang menandakan besarnya kerusakan dari bearing tersebut.

Shock Pulse Meter biasanya memakai tranduse piezo-electric yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki frekuensi resonansi sekitar 32 KHz.

Dengan menggunakan probe tersebut maka alat ini bisa mengurangi pengaruh getaran terhadap pengukuran besarnya impact yang terjadi pada pemilihan titik ukur pada rumah bearing adalah sangat penting karena gelombang kejut dikirim dari bearing ke tranduser melalui dinding dari pelindung bearing, sehingga sinyal tersebut bisa berkurang karena terjadi pelemahan pada saat perjalanan sinyal tersebut.

Berikut beberapa prinsip yang secara umum bisa dipakai sebagi patokan dalam menentukan titik ukur:

  • Jejak sinyal antara bearing dengan probe harus berada sedekat mungkin
  • Probe harus ditempatkan sedekat mungkin dengan daerah beban dari bearing
  • Lintasan sinyal harus terdiri dari satu system mekanis antara bearing dengan pelindung bearing. Sebagai contoh, apabila pada pelindung bearing digunakan cover sebagai sistem mekanis kedua, maka titik ukur tidak boleh diambil pada posisi ini

Osciloskop

Osciloskop merupakan salah satu alat yang berguna untuk melengkapi data getaran yang akan dianalisa. Sebuah osciloskop dapat memberikan suatu infromasi mengenai bentuk gelombang dari getaran suatu mesin.

Beberapa kerusakan mesin dapat diketahui dengan melihat bentuk gelombang getaran yang dihasilkan, sebagai contoh, kerusakan akibat unbalance atau misalignment akan menghasilkan bentuk gelombang yang detail, begitu juga apabila terjadi kelonggaran mekanis (mechanical looseness), oil whitl atau kerusakan pada anti friction bearng dapat menghasilkan gelombang dengan bentuk-bentuk tertentu.

Alat ini juga bisa memberikan informasi tambahan yaitu untuk mengevaluasi data yang diperoleh dari tranduser non-contact (proximitor). Data ini dapat memberikan informasi pada kita mengenai posisi dan getaran shaft relatif terhadap pelindung bearing, biasanya ini digunakan pada mesin-mesin yang besar dan menggunakan sleeve bearing.

Selain itu, dengan menggunakan dual osciloscop (yang memberikan fasilitas pembacaan vertical maupun horizontal) dan minimal dua tranduser non-contact pada posisi vertical dan horizontal maka kita dapat menganalisa kerusakan suatu mesin untuk diperiksa dari bentuk orbitnya.

Seismograf

Seismograf adalah alat pencatat getaran gempa. Alat ini terdiri atas benda stasioner, jarum dan pita. Jika terjadi gempa, massa stasioner dan jarum akan tetap dan yang bergerak adalah benda yang berisi rol pita yang dipanjangkan di tanah. Karena ujung jarum menempel pada rol pita, maka akan tergambar getaran gempa pada pita tersebut jika terjadi gempa.

Seismograf Horizontal

Seismograf Horizontal digunakan untuk mencatat getaran bumi pada arah yang mendatar. Massa stasioner digantun dengan sebuah tali, lalu di bagian bawah terdapat jarum yang ujungnya menyentuh rol pita yang selalu berputar mengikuti arah jarum jam. Tiang penumpu rol pita terpasang pada tanah. Pada waktu terjadi gempa, rol pita akan bergerak sedangkan massa stasioner dan jarum akan tetap, maka terbentuklah goresan pada rol pita tersebut.

sumber: ips-pknsma.blogspot.com

Seismograf Vertikal

Seismograf Vertikal digunakan untuk mencatat getaran gempa vertical. Massa stasioner ditahan oleh sebuah pegas dan sebuah tangkai yang bersegel. Ujung massa stasioner yang berjarum disentuhkan pada rol pita yang selalu bergerak mengikuti arah jarum jam.

sumber: keterampilanmeita.files.wordpress.com

Jika terjadi gempa, maka rol pita akan bergerak dan membentuk seismogram pada rol pita tersebut. Dengan menggunakan seismograf horizontal dan vertical, getaran gempa bumi keduanya dapat tercatat.

Gambar getaran gempa horizontal akan lebih terlihat jelas jika dipasang dua seismograf horizontal. Satu dipasang ke arah utara dan selatan, yang lainyna ke arah barat dan timur. Jadi untuk menentukan dari arah mana gempa tersebut maka harus dipasang tiga seismograf yaitu satu seismograf vertikal dan dua seismograf horizontal.

Itulah penjelasan mengenai Macam-macam Jenis Alat Ukur Getaran. Mengukur getaran sangat lah penting untuk faktor keamanan, apalagi dalam dunia industri.

Testingindoneisa.com jual vibration meter dan jual vibration analyzer berkualitas dengan harga yang terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi nomor 021-2956-3045 atau email sales@testingindonesia.com




Produk Terkait dengan artikel Macam-macam Jenis Alat Ukur Getaran

TV120 Vibration Tester
TV120 Vibration Tester
Vibration Pen TV260
Vibration Pen TV260
Vibration Meter | MK-21
Vibration Meter | MK-21
Vibration Meter | VIBCHECK
Vibration Meter | VIBCHECK