Phone / Whatsapp

0813 9929 1909 (Zulfikri)

0822 5870 6420 (Anto)

0821 1460 7782 (Faoji)

Phone Office

+62-21 29563045







Mengenal Hardness Tester

Dalam dunia industri, apalagi yang bergerak dalam bidang produksi, wajib melakukan uji kekerasan sebelum menggunakan material yang ingin diproduksi. Kekerasan dari suatu material harus diketahui, terutama untuk material yang selama penggunaannya akan mengalami gesekan dan deformasi (pengaruh gaya). Maka dari itu harus dilakukan yang namanya Uji Kekerasan.

Kenapa Uji Kekerasan Harus Dilakukan?

Untuk menjaga kualitas dari produk, maka setiap material harus diukur nilai kekerasannya dengan melakukan uji kekerasan. Cara kerjanya pun sederhana, yaitu dengan melakukan uji pada bagian permukaan suatu material dengan besar gaya yang sudah ditentukan.

Alat yang biasa digunakan untuk melakukan Uji Kekerasan adalah Hardness Tester, alat ukur kekerasan ini adalah salah satu dari sifat mekanik (Mechanical Properties) dari suatu material.

Hardness Tester adalah alat yang dapat mengukur kekerasan berbagai jenis material terutama logam tanpa merusak struktur dan integritas objek yang diuji atau sering disebut NDT (Non Destructive Test). Untuk mengukur nilai kekerasan, dampak pada permukaan material yang diuji akan menentukan nilai kekerasan material tersebut.

Terdapat dua macam Hardness Tester, yaitu Portable Hardness Tester dan Bench Hardness Tester. Apa perbedaan keduanya?

Bench Hardness Tester

Bench Hardness Tester adalah hardness tester model lama yang mengukur kekerasan dengan metode Brinell, Rockwell, Vickers atau Shore dan sebagainya. Biasanya, alat ukur kekerasan jenis ini mengambil nama alatnya berdasarkan skala pengukurannya. Misalnya, “Brinnel Hardness Tester” atau “Rockwell Hardness Tester”, dan semacamnya.

Tiga metode uji kekerasan pada Bench Hardness Tester:

Brinnel (HB/BHN)

Metode Brinnel merupakan metode yang sering digunakan. Cara kerjanya yaitu dengan cara menekankan beban pada material yang kan diuji dengan ukuran beban yang sudah ditentukan, lalu mengukur dan menganalisa bekas yang sudah dibuat Hardness Tester.

Pengujian ini bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap indentor berbentuk bola yang ditekan pada permukaan material uji tersebut. Lebih tepatnya metode Brinnel ini ditujukan untuk material yang memiliki permukaan kasar dengan uji kekuatan sebesar 500 – 3000 kgf.

Rockwell (HR/RHN)

Jika Metode Brinnel menggunakan Indentor berbentuk bola, metode Rockwell menggunakan indentor berbentuk Kerucut. Setelah itu ditekankan pada material yang akan diuji dengan besar gaya yang sudah ditentukan. Nilai kekerasan berasal dari pengukuran kedalaman indentasi pada material setelah diberi tekanan.

Vickers (HV/VHN)

Metode Vickers menggunakan Hardness Tester berbentuk seperti piramida dengan sudut 136 derajat. Metode ini digunakan untuk mengukur material logam berukuran kecil seperti serbuk besi, logam olahan, atau lainnya karena beban yang ditentukan lebih kecil dibanding metode Brinnel dan Rockwell yaitu sekitar 1 – 1000 gram.

Meskipun penamaan alatnya berdasarkan skala pengukurannya, ada juga loh Bench Hardness Tester yang dapat mengukur dengan lebih dari satu skala pengukuran. Semua jenis Bench Hardness Tester ini memiliki ukuran yang besar dan berat lebih dari 50 kg, maka dari itu alat ukur kekerasan ini harus diletakkan di atas meja atau lantai. Kelebihan dari alat ini yaitu bisa menerapkan metode uji kekerasan secara langsung.

Portable Hardness Tester

Portable Hardness Tester memiliki perbedaan yang jauh dengan Bench Hardness Tester, bedanya adalah portable hardness tester ini memiliki ukuran yang kecil, ringan dan serta mudah dibawa ke mana-mana untuk mengukur kekerasan dengan beberapa skala pengukuran.

Biasanya, Portable Hardness Tester dapat mengukur kekerasan dari semua skala pengukuran. Kelebihan dari Portable Hardness Tester adalah memungkinkan pengguna untuk membawa perangkat dan membawanya ke objek pengujian. Tidak perlu repot membawa objek pengujian ke workshop.

Portable Hardness Tester adalah perangkat elektronik, sehingga mereka biasanya memiliki beragam fitur yang berguna untuk menyimpan hasil pengukuran di penyimpanan internal, setelah itu hasilnya dapat dikirim ke komputer untuk membuat laporan pengendalian dalam program khusus ARM, yang dilengkapi dengan Portable Hardness Tester.

Portable Hardness Tester juga memiliki jenisnya sendiri, yaitu UCI Hardness Tester, Leeb Hardness Tester, dan Combined Hardness Tester. Namun metode pengujiannya hanya ada dua, yaitu UCI (Ultrasonic Contact Impedance) dan Leeb.

Leeb

Leeb Hardness Tester menggunakan metode rebound. Sensor perangkat dipasang pada objek pengujian. Ada peen di dalam transduser (probe) yang mengenai permukaan dan setelah memantul darinya, lalu mengukur kecepatan peen sebelum tumbukan dan kecepatan rebound sesudahnya. Rasio kecepatan ini dikalikan dengan 1000 disebut angka atau kekerasan Leeb, sesuai dengan nama orang yang menemukan metode pengukuran ini.

Leeb Hardness Tester memiliki satu kelemahan yaitu tidak bisa mengukur kekerasan suatu material yang memiliki berat kurang dari 5 kg, atau ketebalan di tempat pengukuran kurang dari 10mm. Dalam beberapa kasus, kekerasan bagian-bagian ini dapat diukur, dengan cara menggilingnya menjadi lempengan masif melalui lapisan minyak. Tapi itu hanya mungkin dalam jika bentuk material/objek memungkinkan untuk digiling.

UCI

UCI Hardness Tester menggunakan metode impedansi kontak ultrasonik. Untuk mengukur kekerasan dengan UCI ini, sensor dipasang pada objek pengujian dan pengguna harus menekannya secara manual. Di ujung sensor ada piramida berlian, yang tertanam ke permukaan objek hingga kedalaman tidak besar (sekitar 50 mikron). Metode kekerasan ini sangat mirip dengan metode Vickers klasik, tetapi menggunakan beban mikro, seperti 1 kg, 5 kg atau 10 kg.

Berbeda dengan Leeb Hardness Tester perangkat seperti hampir tidak memiliki batasan untuk berat dan ketebalan pada objek pengujiannya. Probe UCI digunakan untuk mengukur kekerasan benda-benda kecil, benda-benda dengan dinding tipis, bentuk kompleks, dan untuk mengukur kekerasan lapisan yang diperkeras permukaan. Tetapi UCI tidak dapat menggunakan probe UCI untuk mengukur kekerasan logam non-ferrous, besi cor, material berbutir kasar, objek yang besar, dll.

Combined

Combined portable hardness tester adalah gabungan dari UCI dan Leeb yang mana alat ukur kekerasan tersebut bekerja dengan probe UCI (ultrasonik) dan Leeb (dinamis). Pengguna akan mendapatkan manfaat dari dua metode pengukuran, Gabungan antara UCI dan Leeb ini adalah kemampuan maksimum yang dapat diperoleh dari Portable Hardness Tester.

Combined Hardness Tester ini dapat mengukur kekerasan benda apapun tanpa ada batasan ketebalan pada objek pengujian, serta alat ini mampu bertahan di suhu dingin.

Itulah penjelasan mengenai hardness tester berdasarkan jenis dan metode pengujiannya. Untuk penjelasan tentang cara kerjanya akan kami bahas di artikel selanjutnya.

Testing Indonesia jual hardness tester dengan jenis bench dan portable hardness tester berkualitas dengan harga terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di Office: 021-2956-3045, Email: sales@testingindonesia.com, Whatsapp: 0822-5870-6420 (Anto).




Produk Terkait dengan artikel Mengenal Hardness Tester

UCI Hardness Tester NOVOTEST T-U3
UCI Hardness Tester NOVOTEST T-U3
Combined Hardness Tester NOVOTEST T-U2
Combined Hardness Tester NOVOTEST T-U2
Leeb Hardness Tester NOVOTEST T-D3
Leeb Hardness Tester NOVOTEST T-D3
Shore Hardness Test Stand NOVOTEST
Shore Hardness Test Stand NOVOTEST