Phone / Whatsapp

0813 9929 1909 (Zulfikri)

0822 5870 6420 (Anto)

0821 1460 7782 (Faoji)

Phone Office

+62-21 29563045







Mengenal Metode Brinell pada Hardness Tester

Setiap material pasti memiliki tingkat kekerasan yang berbeda – beda. Secara definisi, kekerasan merupakan bentuk ketahana specimen material terhadap deformasi plastis yang muncul akibat adanya pengaruh seperti tekanan dan goresan sehingga meninggalkan bekas lekukan pada permukaan material tersebut. Dalam melakukan pengukuran nilai kekerasan pada material maka harus dilakukan pengujian terlebih dahulu, pengujian ini biasa disebut uji kekerasan dengan menggunakan alat Hardness Tester.

Terdapat 4 metode uji kekerasan yaitu Brinnel, Rockwell, Vickers dan Micro Hardness.

Metode Brinell

Metode ini dilaksanakan dengan cara memberikan tekanan menerapkan indentor berupa bola baja dengan diameter 10 mm pada bagian permukaan material yang diuji dengan muatan 3000 kgf dalam jangka waktu kurang lebih 10-15 detik.

Uji kekerasan ini menerapkan mesin uji yang disebut hardness tester Brinell. Mesin pengujian ini memiliki cara yang berbeda-beda ialah komputerisasi, manual/analog, semi otomatis dan full otomatis. Berikut ini gambar untuk hardness tester Brinell komputerisasi :

Benda atau material uji yang diberikan penekanan menerapkan indentor nantinya akan mewujudkan lekukan pada bagian permukaannya. Lekukan tersebut akan dievaluasi diameter jejaknya menerapkan mikroskop yang telah terintegrasi dengan hardness tester.

Rumus Uji Kekerasan Brinell :

Penjelasan :

P = gaya atau muatan uji (kgf)

D = diameter indentor bola dalam mm

d = diameter jejak dalam mm

Indentor Hardness Tester Brinell

Indentor yang diaplikasikan pada uji kekerasan ini memiliki diameter 10 mm. Namun, uji kekerasan ini juga dapat menerapkan indentro yang diameternya lebih kecil seperti indentor diameter 5 mm, 2,5 mm, dan 1 mm. Ukuran diameter bola indentor yang diaplikasikan wajib disesuaikan dengan ketebalan material yang diuji.

Standar Uji Kekerasan Brinell

Standar yang diaplikasikan untuk uji kekerasan Brinell menurut ASTM E10 (standar pengujian kekerasan Brinell untuk material logam), walaupun untuk standar internasional uji kekerasan Brinell ialah ISO 6506-1.

Kelebihan Uji Kekerasan Brinell

  • Permukaan material tak perlu halus untuk diuji
  • Dapat diaplikasikan untuk uji material yang bersifat tak homogen
  • Ukuran jejak yang dihasilkan relatif besar sehingga mudah dievaluasi

Kekurangan Uji Kekerasan Brinell

  • Waktu proses pengujian relative lama
  • Pengujian ini tak dapat diaplikasikan untuk material tipis
  • Diperlukan ketelitian dalam menilai jejak yang dihasilkan oleh indento

 

Testing Indonesia jual hardness tester dengan berbagai tipe yang sesuai kebutuhan Anda. Pemesanan lebih lanjut hubungi nomor 021 29563045 atau email sales@testingindonesia.com




Produk Terkait dengan artikel Mengenal Metode Brinell pada Hardness Tester

Shore Hardness Test Stand NOVOTEST
Shore Hardness Test Stand NOVOTEST
Shore Durometer NOVOTEST TS-A
Shore Durometer NOVOTEST TS-A
Digital Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV-D
Digital Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV-D
Analog Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV
Analog Brinell, Rockwell, Vickers Hardness Tester NOVOTEST TB-BRV