Phone / Whatsapp

0813 9929 1909 (Zulfikri)

0822 5870 6420 (Anto)

0821 1460 7782 (Faoji)

Phone Office

+62-21 29563045







Metode Pengujian Menggunakan Ultrasonic Thickness Gauge

Testingindonesia.com - Ultrasonic thickness gauge adalah sebuah alat pengujian yang digunakan untuk melakukan pengukuran pada ketebalan sebuah lapisan pada permukaan, alat ini menggunakan metode Non Destructive Test (NDT) di dalam pengujian-nya. Alat ini digunakan untuk melakukan pengujian pada sebuah media berbahan padat seperti logam dan juga plastik, Ultrasonic thickness gauge ini juga sudah banyak digunakan oleh industri industri besar yang ada dunia guna untuk melengkapi proses pengujian mereka.

Pada saat kita melakukan pengujian dengan menggunakan alat ini, aka nada beberapa pengamatan yang harus dilakukan pada gelombang ultrasonic yang bergerak melalui sebuah benda (misalnya pada sebuah benda berbahan besi) yang mana pengamatan ini akan dilakukan pada karakteristik kecepatannya yang konstan. Dengan menggunakan beberapa informasi mengenai kecepatan gelombang tersebut, pata para pengguna dari alat ini bisa melakukan penghitungan pada panjang jalur yang telah dilalui oleh gelombang dengan menggunakan beberapa rumus.

ULTRASONIC THICKNESS GAUGE

Ultrasonic thickness gauge ini pertama kali diciptakan oleh seorang insinyur Polandia bernama Werner Sobek, alat ini diciptakan pada tahun 1967. Alat UTG pertama ini awalnya digunakan untuk melakukan pengujian pada gelombang yang dipancarkan oleh sebuah sampel uji yang ditentukan, yang kemudian akan dilakukan penghitungan pada micrometer dari pengukuran kecepatan ini dengan menggunakan sebuah persamaan matematika tertentu.

Ada 2 jenis sensor/transducer yang digunakan dalam pengujian alat ini, yakni sensor piezoelektrik dan juga EMAT. Kedua jenis sensor tersebut mampu memancarkan gelombang suara yang akan menuju ke material, namun sebelumnya harus ditentukan terlebih dahulu frekuensi yang akan digunakan dalam pengujiannya. Frekuensi standar yang biasa digunakan dalam pengujian ultrasonic thickness gauge adalah 5 MHz.

Ada beberapa alat ultrasonic thickness gauge ini yang mengharuskan si pengguna untuk menggunakan sebuah gel, pasta ataupun sebuah cairan yang digunakan dalam sebuah format, agar di dalam pengujiaan dapat menghilangkan celah antara transducer dan juga benda yang sedang dilakukan pengujian. Salah satu couplant yang sering digunakan adalah propylene glycol, tapi masih banyak lagi pilihan lain yang dapat digunakan dalam pengujian ini.

BACA SELENGKAPNYA : MENGENAL APA ITU TOTAL STATION

Saat ini sudah banyak metode pengujian yang menggunakan teknologi canggih, bahkan ada thickness gauge dengan metode dogotal yang dapat melakukan peyimpanan pada data hasil pengujian.

METODE PENGUJIAN

Alat ultrasonic thickness gaug ini menggunakan sebuah metode yang diawali dengan melakukan penyisipan pada gauge, diantaranya adalah beberapa komponen yang nantinya akan dilakukan pengujian, jika gauge terlalu mudah untuk masuk dan juga keluar, maka disarankan untuk menggunakan gauge yang lebih tebal hingga ada sebuah gaya hambatan pada saat menarik gauge keluar. Ketebalan pada gauge = sebuah celah yang terdapat pada 2 buah komponen.

Untuk melakukan pengujian dengan menggunakan ultrasonic thickness gauge ini, pertama tama disarankan untuk membersihkan gauge dan material terlebih dahulu, agar hasil pengujian yang didapatkan lebih maksimal. Setelah itu sisipkan thickness gauge pada celah material dengan hati hati, jika tidak gauge dapat patah atau bahkan rusak. Jika thickness gauge sudah rusak atau patah, maka tidak akan bisa diperbaiki lagi dan solusi terbaik adalah dengan membuangnya.

Jika alat digunakan untuk penyetelan pada celah kelp, maka kita harus melakukan penentuan pada celah katup yang sesuai dengan spesifikasi yang tersedia, lalu kemudian masukkan beberapa pilihan pada ketebalan yang sesuai dengan spesifikasi yang ada.

Di dalam alat ultrasonic thickness gauge ini terdapat beberapa transducer ultrasonic yang dapat melakukan pemancara pada pulse energi gelombang suara, yang mana ini nantinya akan diarahkan pada material yang diujikan. Ketika gelombang suara tersebut mengenai batas pada material, maka, batas antara bagian bawah lapisan dan juga subsrat akan terjadi pantulan, kemudian gelombang akan dikirimkan kembali menuju transducer. Setelah itu akan dilakukan pengukuran pada waktu yang dibutuhkan pulse untuk kembali ke transducer.

Metode ini bekerja pada beberapa seperti logam, plastic, komposit, fiberglass dan juga keramik. Ada beberapa keuntungan yang dapat kita dapatkan ketika melakukan pengukuran dengan menggunakan alat ini:

#1. Alat ini hanya membutuhkan 1 akses ke sisi sebuah material uji, sehingga pengujian ini sangat ideal jika digunakan pada sebuah    tabung, tuang berlubang dan juga pada case lainnya yang memiliki akses terbatas

#2. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan alat ini tidak akan merusak benda yang diujikan

#3. Alat ini juga menawarkan rentang pengukuran yang luas

#4. Hasil pengujian yang cepat

#5. Dan juga alat ini sangat mudah untuk dioperasikan

 

Testingindonesia.com jual ultrasonic thickness gauge berkualitas dan juga dengan harga yang bersahabat, untuk informasi lebih lanjut atau pembelian pada alat anda dapat menghubungi kami melalui Office: 021-2956-3045, Email: sales@testingindonesia.com Whatsapp: 0813 9929 1909 (Fikri)




Produk Terkait dengan artikel Metode Pengujian Menggunakan Ultrasonic Thickness Gauge

Ultrasonic Thickness Gauge NOVOTEST UT-1M-ST
Ultrasonic Thickness Gauge NOVOTEST UT-1M-ST
Ultrasonic Thickness Gauge NOVOTEST UT-1M
Ultrasonic Thickness Gauge NOVOTEST UT-1M
Ultrasonic Thickness Gauge NOVOTEST UT-1M-IP
Ultrasonic Thickness Gauge NOVOTEST UT-1M-IP