Phone / Whatsapp

0813 9929 1909 (Zulfikri)

0822 5870 6420 (Anto)

0821 1460 7782 (Faoji)

Phone Office

+62-21 29563045







Penjelasan Metode Rockwell pada Hardness Tester

Pengujian kekerasan menggunakan Hardness Tester, khususnya Bench Hardness Tester sangat lah beragam. Terdapat tiga jenis metode pengujian pada Bench Hardness Tester, yaitu Brinell untuk skala rendah, Rockwell untuk skala menengah, dan Vickers untuk skala tinggi. Kami sudah bahas metode pengujian Brinell sebelumnya, nah saat pada artikel kali ini kami akan membahas tentang metode Rockwell.

Metode Rockwell pada Hardness Tester adalah salah satu metode pengujian kekerasan yang sering digunakan, ini karena metode Rockwell yang sederhana, cepat, tidak perlu mikroskop untuk mengukur jejak, dan tidak merusak.

Cara Kerja Metode Rockwell

Pengujian kekerasan dengan metode Rockwell bekerja dengan cara menekan permukaan objek pengujian dengan suatu indentor. Indentor yang ditekan ke objek itu akan menerapkan beban pendahuluan (beban minor), lalu ditambah dengan beban utama (beban mayor), kemudian beban utama dilepaskan sedangkat beban minor masih dipertahankan.

 

Proses pengujian kekerasan Rockwell

Beban minor ini biasanya memiliki beban sebesar 10 kgf sedangkan beban utama memiliki beban sebesar 50 kgf, 90 kgf, atau 140 kgf.

Penerapan beban minor pada dasarnya untuk membantu mendudukan indentor di dalam objek/benda pengujian dan menghilangkan pengaru dari penyimpangan sehingga membuat permukaan objek pengujian tersebut siap untuk menerima beban utama. Dengan begitu permukaan objek pengujian tidak perlu dibuat sehalus atau selicin mungkin.

 

Mesin Rockwell manual

Indentor

Terdapat dua jenis indentor yang digunakan pada pengujian kekerasan menggunakan Rockwell Hardness Tester, yaitu intan berbentuk kerucut yang mempunyai sudut puncak 120 derajat di mana bagian ujungnya agak sedikit dibulatkan dengan jari-jari 0,2 mm. Indentor intan kerucut sering disebut dengan Brale.

Indentor intan dan indentor bola

Satu lagi indentor berbentuk bola yang terbuat dari baja yang memiliki diameter 1/16”, 1/8”, 1/4", dan diameter 1/2.

Indentor intan kerucut biasanya digunakan untuk menguji material berbahan keras. Sementara indentor bola baja sering digunakan untuk menguji material yang berbahan lunak.

Skala kekerasan Rockwell

Hardness Tester Rockwell juga memiliki skala pengukurannya sendiri, contohnya skala B untuk pengujian material yang lunak seperti campuran tembaga, alumunium, baja lunak, dan tentunya menggunakan indentor bola berdiameter 1/16” dan beban total 100 kgf.

Selain skala B, ada juga skala c untuk pengujian pada material yang berbahan keras seperti besi tuang, baja. Skala kekerasan ini menggunakan indentor kerucut intan dengan beban total sampai 150 kgf.

Ada juga skala lainnya selain B dan C, yaitu skala umum dan beberapa skala lainnya seperti skala A, D, E, F, G, dan lainnya.

Berikut table dari berbagai skala pada metode pengujian Rockwell.

Tabel Skala pada pengujian kekerasan Rockwell

 Tabel Aplikasi khas skala kekerasan Rockwell

Tabel Rentang skala kekerasan Rockwell yang dianjurkan

Metode pengujian Rockwell Hardness Tester berbeda dengan metode Brinell dan Vickers yang mengukur luas dari jejak bekas pengujian, pada pengujian Rockwell ini yang diukur adalah kedalaman jejak hasil tekanan dari indentor. Ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh indentor bergerak turun ketika melakukan tekanan.

Standar pengujian kekerasan Rockwell

Berikut standar untuk pengujian kekerasan Rockwell :

  • ASTM E 18 – 2000 adalah Standar pengujian kekerasan Rockwell reguler dan Rockwell superficial untuk bahan metalik.
  • ASTM E 110 – 82 adalah Standar pengujian kekerasan indentasi bahan-bahan metalik dengan Portable Hardness Tester.
  • ASTM E 140 – 97 adalah Standar tabel konversi kekerasan logam
  • ISO 6508 – 1 adalah standar pengujian kekerasan Rockwell Bahan-bahan metalik (skala A, B, C, D, F, G, H, K, N, T).
  • ISO 6508 - 2, adalah standar pengujian kekerasan Rockwell Bahan-bahan metalik (skala A, B, C, D, F, G, H, K, N, T) untuk verifikasi mesin-mesin pengujian.
  • ISO 6508 - 3, adalah standar pengujian kekerasan Rockwell Bahan-bahan metalik (skala A, B, C, D, F, G, H, K, N, T) untuk Kalibrasi balok-balok referensi.

Metode Pengujian Kekerasan Rockwell

Metode pengujian kekerasan Rockwell dibagi menjadi dua, yaitu pengujian kekerasan Rockwell standar dan pengujian kekerasan Rockwell Superficial. Pada dasarnya, kedua pengujian kekerasan Rockwell tersebut memiliki cara kerja dan menggunakan indentor yang sama.

Perbedaannya adalah Rockwell Superficial ini biasanya digunakan untuk menguji material yang tipis, atau permukaan benda yang keras atau mengeras, atau benda kecil lainnya yang tidak bisa duji dengan pengujian Rockwell Standar.

Serta pengujian kekerasan Rockwell Superficial menggunakan beban minor yang lebih kecil yaitu hanya 3 kgf dan beban total juga lebih kecil daripada Rockwell Standar, yaitu 15 kgf, 30 kgf, atau 45 kgf.

Cara penulisan nilai kekerasan pada pengujian Rockwell Superficial yaitu dengan menulis angka diikuti dengan huruf T atau N. Contohnya 22 HR 15T, 22 ini adalah angka kekerasan dari material yang diuji, HR artinya kekerasan Rockwell, 15 artinya beban uji yang digunakan adalah 15 kgf, dan huruf T adalah indentor yang dipakai pada Rockwell Superficial adalah indentor bola dengan diameter 1/16”. Jika menggunakan indentor intan kerucut maka hurufnya adalah N.

Selain huruf T dan N, ada juga huruf W untuk indentor bola berdiameter 1/8”, X untuk indentor bola berdiameter 1/4”, dan skala Y untuk indentor bola berdiameter 1/2".

Berikut adalah tabel yang memperlihatkan skala-skala pada Rockwell Superficial, serta jenis indentor yang dipakai, beban minor dan beban total yang digunakan, dan penggunaan khusus dari skala-skala tersebut.

Tabel Skala pada Rockwell superficial dan pemakaiannya

 

Kelebihan pengujian kekerasan Rockwell

  • Nilai kekerasan benda yang diuji dapat dibaca langsung pada jam ukur (dial gage).
  • Proses pengujian dapat dilakukan dengan cepat
  • Tidak memerlukan mikroskop untuk mengukur jejak (lekukan)
  • Pengujian yang relatif tidak merusak.
  • Sangat cocok untuk menguji material dalam jumlah banyak.

Kekurangan pengujian kekerasan Rockwell

  • Tingkat ketelitian tidak selalu akurat
  • Lokasi pengujian pada objek pengujian harus bebas dari pencemaran (minyak, kerak, zat-zat asing dan lain-lain).
  • Tidak stabil jika mesin uji terkena goncangan.

Testing Indonesia jual hardness tester dengan berbagai macam jenis yang tentunya berkualitas dan harganya terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di Office: 021-2956-3045 Email: sales@testingindonesia.com  Whatsapp: 0822 5870 6420 (Anto)

 

Sumber: http://pusat-lingkaran.blogspot.com




Produk Terkait dengan artikel Penjelasan Metode Rockwell pada Hardness Tester

UCI Hardness Tester NOVOTEST T-U3
UCI Hardness Tester NOVOTEST T-U3
Combined Hardness Tester NOVOTEST T-U2
Combined Hardness Tester NOVOTEST T-U2
Leeb Hardness Tester NOVOTEST T-D3
Leeb Hardness Tester NOVOTEST T-D3
Shore Hardness Test Stand NOVOTEST
Shore Hardness Test Stand NOVOTEST