Phone / Whatsapp

0813 9929 1909 (Zulfikri)

0822 5870 6420 (Anto)

0821 1460 7782 (Faoji)

Phone Office

+62-21 29563045







Uji Kualitas Karet dengan Rheometer

Karet adalah sebuah bahan yang banyak digunakan untuk produk dan peralatan di seluruh dunia, mulai dari produk industri sampai produk rumah tangga. Terdapat 2 tipe karet yang sering kali dipakai, yaitu karet alam dan karet sintetis. Karet alam adalah karet yang terbuat dari getah yang berasal dari pohon karet, sementara karet sintetis adalah karet yang terbuat dari minyak mentah.

Kedua jenis karet tersebut dapat saling menggantikan karena banyaknya permintaan dari pasar. Saat harga minyak mentah naik, permintaan karet alam akan meningkat. Begitupun sebaliknya, ketika suplai karet alam mengalami gangguan sehingga harganya naik, pasar akan beralih ke karet sintetis. Bagian ini mendiskusikan sektor karet alam Indonesia. Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir karet alam terbesar.

Industri karet di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Untuk pasar global, Indonesia menduduki posisi kedua seagai produsen karet setelah Thailand. Ada lima provinsi sebagai penyumbang industri karet yakni Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Barat.

Total luas perkebunan karet Indonesia telah meningkat secara stabil selama satu dekade terakhir, pada tahun 2015 perkebunan karet di negara ini mencapai luas total 3,65 juta hektar. Karena prospek industri karet positif, Sekitar 85% dari produksi karet Indonesia diekspor. Hampir setengah dari karet yang diekspor ini dikirimkan ke negara-negara Asia lain, diikuti oleh negara-negara di Amerika Utara dan Eropa. Lima negara yang paling banyak mengimpor karet dari Indonesia adalah Amerika Serikat (AS), Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Singapura, dan Brazil. Konsumsi karet domestik kebanyakan diserap oleh industri-industri manufaktur Indonesia seperti industri garmen, farmasi, block fender, sipil, engineering dan (terutama sektor otomotif).

Untuk menghasilkan produk berbahan dasar karet yang berkualitas, perlu dilakukan pengujian terhadap row material terlebih dahulu, pengujian row material berbahan dasar karet khususnya dalam pengujian sifat polimer yang terkandung dalam karet dapat dilakukan dengan menggunakan Rheometer.

Rheometer adalah alat untuk menguji sifat polimer pada saat karet sesudah atau sebelum dan selama karet tersebut dipakai. Rheometer juga merupakan pengembangan fungsi dari viscometer yang menguji sifat polimer karet saat atau sebelum dipakai. Selain itu Rheometer merupakan salah satu teknlogi yang sudah dirancang untuk melakukan pengujian karet silikon, salah satu jenis rubber testing equipment ini dapat pula melakukan uji vulkanisme (cure) pada compound karet serta dapat pula menguji elastisitas dan torsi pada karet.

Tentunya dari pengujian yang telah dihasilkan Rheometer akan didapatkan data yang dapat dijadikan tolak ukur untuk memilih atau menggunakan karet yang berkualitas.

Terdapat 2 jenis rheometer yaitu Rotorless Rheometer dan Moving Die Rheometer.

Rotorless Rheometer merupakan perangkat laboratorium digunakan untuk mengukur cara di mana cairan, suspensi atau arus dalam menanggapi kekuatan diterapkan. Hal ini digunakan untuk cairan yang tidak dapat didefinisikan oleh nilai tunggal viskositas.

Moving Die Rheometer MDR 3000 mengukur perubahan kekakuan sampel karet. Sampel dikompresi antara dua platens dipanaskan dan dengan kekuatan. Tingkat vulkanisasi menentukan karakteristik penyembuhan sampel seperti yang dipanaskan dan dikompresi. Moving Die Rheometer menawarkan tes terjangkau dan hasil yang menakjubkan.

Testing Indonesia jual rheometer untuk kebutuhan Anda dalam menguji kualitas karet. Informasi lebih lanjut hubungi 021-2956-3045 (Office), sales@testingindonesia.com (Email)

 




Produk Terkait dengan artikel Uji Kualitas Karet dengan Rheometer

Rheometer - TO-220
Rheometer - TO-220